Tjek Amin selaku pemimpin Notebook88 : Wahai Jaka, kesalahan apa yang telah diperbuat olehnya, sehingga membawanya kemari ?
Jaka selaku Kepala Gudang Notebook88 : Dia telah melakukan kejahatan besar, Pak Amin! Seperti yang bisa Anda lihat pada kepalanya!
Amin : Maksud anda, Jaka? Saya tidak menemukan keanehan apapun selain dia terlalu cantik.. ehm, maksud saya, memiliki muka yang lebar.
Jaka: ...
*mencoba memaklumi* Pak Amin, gadis ini telah mempermalukan Bapak sebagai pemimpin Notebook88 secara tidak hormat! Anda lihat rambutnya? Anda lihat , pak? Anda bisa lihat?Punya mata kan pak? punya?
*mulai berlebihan*Amin :
*tersinggung, mulai memperhatikan si korban* .... Yah.. rambutnya agak aneh..
Jaka : NAH ITU DIA ,PAK! RAMBUTNYA! RAM-BUT! Bapak tau mengapa rambutnya aneh? Dia memotong sendiri rambutnya, pak! COBA BAYANGKAN!
Amin :
*membayangkan*Jaka :
*menggebu-gebu* Itu sungguh mencoreng nama baik, Pak. Coba apa yang dikatakan orang luar mengetahui anak buah bapak memotong sendiri rambutnya? Mereka bisa menyangka bapak memberinya gaji terlalu kecil, sehingga tidak sanggup membayar tukang salon. Nah, apakah itu bukan mencoreng nama baik bapak namanya? ...btw, bonus akhir tahun turun kan ,pak?
Amin :
*berpura-pura tidak mendengar kalimat terakhir* oooh.. baiklah, saya naikkan gajinya, saya angkat dia menjadi tangan kanan saya. apakah itu cukup?
Jaka : .............. lalu saya jadi apa pak?
Amin : kamu jadi tangan kiri saya,
buat cebok.
--dan semua ini hanya rekayasa--
Gejeeeee
